Postingan

Murid Pertama

Gambar
Sejak senja itu, langkah kakiku seolah telah menemukan arah pulang. Masjid Al Hidayah bukan lagi bangunan yang kupandangi dari kejauhan, melainkan ruang yang memanggil namaku diam-diam. Hari-hariku mulai diukur oleh azan dan iqamah, oleh sajadah yang terbentang, oleh salam yang saling bersahutan. Aku pun menjadi bagian dari saf yang tetap. Suatu malam, setelah beberapa kali berdiri di barisan depan, para jamaah menyampaikan sesuatu yang membuatku tercekat. Mereka ingin aku menjadi imam kedua—setelah imam pertama ,  Aku menolak halus. Bukan karena tak mau, tapi karena merasa belum pantas. Namun mereka menilai bukan dari lisanku, melainkan dari apa yang mereka lihat: . Akhirnya, aku menerima. Dengan hati yang gemetar, tapi pasrah. Meski begitu, ada satu hal yang terus mengganjal di dadaku. Masjid ini belum hidup sepenuhnya. Ia berdiri, ya. Ia menampung sujud, ya. Tapi belum terdengar suara anak-anak mengaji, belum ada lingkaran ilmu, belum ada cahaya kecil yang menyala di antara ...

WALI SONGO

Gambar
Bersyukur rasanya tak terhingga, ada masjid di dekat rumah. Saat lembayung senja merambat perlahan di ufuk, aku bergegas ke sana. Langkahku ringan, hatiku penuh harap. Dalam benakku terlintas keyakinan sederhana: pasti jamaahnya ramai. Senja biasanya mengundang orang-orang pulang kepada Tuhan. Namun sesampainya di pelataran, masjid itu menyambutku dengan sunyi. Jam sudah menunjukkan waktunya, tapi lantai masih lengang. Hanya angin sore yang berbisik di sela-sela tiang, dan aroma semen yang belum sepenuhnya kering. Aku berdiri sejenak, ragu lalu berniat azan. Keinginan itu tumbuh begitu saja, seperti panggilan dari dalam dada. Aku mencari-cari, di mana mikrofon, di mana penguat suaranya. Berkutat dengan kabel dan tombol, merasa kikuk seperti orang asing di rumah yang seharusnya ramah. Hingga akhirnya, sebuah klik kecil terdengar mikrofon hidup. Aku tarik napas, dan azan pun mengalir dari bibirku. Suaraku menggema, menabrak dinding-dinding yang belum selesai, lalu melayang keluar menembu...

Bangunan Itu Bernama Masjid Al Hidayah

Gambar
Aku datang sebagai orang baru, bukan sekadar pendatang, tapi seorang yang sedang belajar menjadi bagian dari denyut sebuah kampung.  Dulu, aku terbiasa hidup di antara rapat, gambar kerja, dan debu proyek. Sebagai konsultan konstruksi di sebuah perusahaan di kabupaten ini, hidupku penuh garis-garis teknis dan hitungan rasional. Namun kini, aku memulai bab baru: hidup sebagai warga biasa, menyapa tetangga, ikut gotong royong, dan belajar memahami irama masyarakat. Aku tinggal di sebuah desa yang jaraknya tak cukup jauh dari pusat pemerintahan, sekitar tujuh kilometer. Terhitung dekat, kata orang. Tapi bagiku, jarak itu seperti batas antara dua dunia: dunia lama yang penuh ambisi profesional, dan dunia baru yang dipenuhi sapaan sederhana dan kebersamaan. Di lingkungan tempat tinggalku, berdiri sebuah bangunan yang menarik perhatianku sejak hari pertama. Tegak, kokoh, namun belum selesai sepenuhnya. Rencananya dua lantai, tetapi kini baru satu lantai yang berdiri, seperti cita-cita ya...

Peringatan Isra Miraj 1447 H

Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup religius, silahkan lihat datanya dari berbagai sumber, terbukti disetiap acara Hari Besar Islam, seperti Maulid Nabi dan Isra' Miraj, dan biasanya di acara tersebut di lantunkan berbagai sholawat dan juga alat musik seperti Rebana, Hadroh dan sejenisnya.. acara tersebut biasanya di selenggarakan dari mulai tingkat RT bahkan sampai tingkat kenegaraan, tak terkecuali di Masjid Al Hidayah RT 06 Desa Kota Praja, Kecamtan Air Manjunto , Kabupaten Mukomuko.  berikut ini adalah reel penampilan santriwan dan santriwati SQ AL Hidayah .   

Suara itu Nikmat ...

            Subuh sudah masuk, namun badan ini berat sekali untuk bangun, dingin sekali Rasanya, seluruh sendi di badan susah di gerakkan, kepala pusing, tenggorokan sakit , saya coba bersuara , tidak keluar suara, saya coba panggil istri, saya susah mengeluarkan suara, saya coba berdehem berkali- kali, sakit sekali tenggorokan ini, " Ya Allah , ada apa ini??" gumamku dalam hati,  padahal malam sebelumnya saya masih sempat melantunkan beberapa syair sholawatan bersama santri Sanggar Quran Al Hidayah, tapi kenapa subuh ini suara saya hilang..? keringat dingin mulai keluar dari badan, ketakutan, dan posisi saya masih berbaring, saya coba bangun , masih berat rasanya, sampai terdengar olehku sayup sayup Gema Iqomah dari Masjid,  "sudah Iqomah , tapi saya belum bisa bangun" . sedih sekali rasanya.  beberapa menit kemudian istri bangun, bertanya  " bang... gak kemasjid, sudah lewat jam 05.00 , tanya istri,, saya coba jawab, dengan suara ...

Kembali kepada Allah

Sudah saatnya kembali ke Allah. Aku sadar sudah banyak berharap pada manusia. Tapi apa..? Kecewa yang ada. Mencintai manusia dengan harap dia mempunyai hal yang sama.. Hasilnya menyedihkan.. Berharap manusia hanya manis diawal , akhirnya..? Pahit.. Tapi dasar nya manusia sudah diberikan nasehat. Diberikan khabar , masih juga mengulangi hal yang sma.. Ya Allah.   Aku tau tiada yang punya daya upaya selain Engkau.  Mudah bagimu untuk menghilangkan setiap masalah yang ada pada diri manusia.. Bahkan isi hati kmi pun Engkau mengetahuinya ya Allah..  Sekarang Aku sadar, dengan ujian bertubi tubi yang engkau berikan ,pada akhirnya menyadarkan ku untuk terus berharap hanya padamu.. Jika pilihanku salah ya Allah , berilah hamba petunjuk,.  Perihal jodoh diri ini yakin.. Yang baik akan bertemu dengan yang baik pula. Yang jahat akan bertemu yang jahat.  Berilah wasilah kepada kami ya Allah.

RIAK JIWA

  Riak Jiwa Sosok mu yang rupawan Menjadi dambaan setiap   insan Setiap ucapan dan tingkah lakumu penuh dengan kesopanan Akhlakul karimah dan segala   yang terbaik   selalu engkau jadikan pedoman Dikau,,,, Wajah yang selalu tersipu.. Adakah sedikit banyaknya melirikku yang penuh haru yang menyimpan asa dan doa menjadi satu sadar diri ini insan hina menatap harapan dengan iba supaya dikau melihat diri ini yang papa sudikah kiranya engkau menerima ... sepertiga   malam ku ketuk pintu arsi dngan sebuah pengharapan penuh kasih menguatkan segala kekacauan diri ini kepada engkau sang Maha Robbi ah,,, harapan itu sungguh manis dibalik perasaan   yang penuh tangis pada kegelapan malam yang begitu bengis tatapan syarat yang berubah menjadi rasa optimis ingin kudekap.... namun pada akhirnya aku yang terjerembab senyum tangis tanpa sebab mengendalikan diri ini yang penuh dengan ketidaktauan dan rasa biadab ... yaa... a...