LATIH HIDUP SUSAH SEJAK DINI
Sebagai
orang tua yang baik , pasti tidak akan rela melihat anaknya menderita , segala
sesuatu yang diminta oleh anak harus dipenuhi, sebab si orang tua tidak ingin
anaknya sama seperti dia dahulu,hidup serba kekurangan , kita sering melihat orang
tua dizaman now susah seakli menolak keinginan si anak, misalnya,, gadget ,
gadget sekarang menjadi sesuatu yang biasa , bahkan anak baru lahir pegangannya
sudah smartphone.
Saya sebagai
anak kampung yang lahir jauh dari kota besar , ya ..saya lahir di sebuah desa
kecil bernama belongkut, di Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
, yang jauh dari hiruk pikuk keramaian,,jauh dari hingar bingar riuh kesibukan
, kampung saya kampung yang asri, hijau , dulu ada sawah terhampar disana ,
sekarang yang ada hanya perkebunan sawit yang menjadi tumpuan hidup
masyarakatnya...
Saya sedari
kecil sudah dilatih oleh orang tua saya bagaimana hidup mandiri,, segala
sesuatunya harus dperjuangkan terlebih dahulu dengan kerja keras,, misal ni,
saya inginkan tempat pensil yang cantik yang berbentuk mobil , saya harus
menabung dulu , sekitar beberapa minggu , dan apesnya , saat uang sudah terkumpul, saya diajak orang tua ke toko
yang jual , eh tempat pensil yang mau saya beli sudah laku, sudah tidak ada
lagi,, bayangkan bagaimana nyeseknya,,
hal ini bukan sekali dua kali saya alami , bahkan berkal kali , marah....?
pasti,, sedih ?? pasti,, tapi disitulah kita sebagai anak kecil harus diajari
bagaimana penolakan- penolakan dan sedihnya apabila sesuatu itu tidak
kesampaian .
Efeknya .. anak sekarang kuat,, ketika gagal ,misal
dalam mencari kerja , ya woles,, yang
penting nikmati aja prosesnya dan berjuang .. gak cengeng , gak galau dan gak melo serta mendramatisir keaadan ...
Saya
sewaktu SD pernah oleh beberapa teman saya mengumpulkan barang bekas kemudian
barang bekas tersebut dijual kepada pengepul, dan bisa ditukar dengan uang
ataupun mainan yang disukai setara dengan harga barang bekas kita,, barang
bekas itu biasanya , botol air mineral, botol kaca, baskom plastik, selain itu
kami kuat mencari ikan diterik panas, karena waktu itu dikampung kami masih ada
beberapa lokasi yang seperti kubangan dan ada ikannya , setiap hari minggu kami
ngebolang .. ya karena dihari minggu
itu kami free, sekolah pagi libur dan
juga sekolah MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah ) libur .. pergi siang, Karena pagi
kami masih nonton kartun d RCTI dan Indosiar ..
Sesekali
saya pernah juga berprofesi sebagai pengupas pinang ,, sekilo waktu itu cma
dibayar 500 rupiah . satu hari saya bisa mndapatkan 5 sd 7 kg pinang , brrti 3.500 rupiah kan .. saya
menikmati waktu itu dan orang tua saya gak pernah melarang saya ..mandi sungai
, ngebolang itu sudah makanan kami ,
tapi walaupun begitu rata rata kawan saya sukses semua,, ada yang jadi Tentara ,
polisi , PNS , bahka sudah ada yang membuka usaha rumah makan,..
Ayah saya seorang sarjana dan dia juga seorang guru ,
yang sudah melanglang buana sebab Dia sedari mudah sudah merantau , dari kota
besar sampai kota kecil bahkan kampung, toh , ndak pernah melarang saya untuk
bekerja asal prestasi tetap dijaga.
Sewaktu SMP ayah saya juga guru disekolah saya ,
kebetulan ada beberapa orang teman saya atau senior sya yang kebetulan ayahnya
atau ibunya juga guru disekolah itu,, seperti biasanya mereka yang anak guru
kalau berangkat sekolah selalu naik motor sama ayahnya, jadi seakan akan
bagaimana teman teman melihatnya.. hahah ada jarak , atau anak sultan . heheh
Saya bagaimana ?? saya tiap hari naik sepeda , memakan
jarak 3,5 km bersama dengan teman teman yang lain, lebih enjoy dan lebih nikmat , lebih santai, . zaman itu sudah banyak
yang bawa motor , saya ndak mau,
Bahkan ada peristiwa dimana waktu itu salah seorang
guru menghukum kami dan memasukkan kami keruang BK,ayah saya tetap menghukum
saya , kebetulan ayah saya juga guru BK nya , guru yang menghukum kami merasa
puas ,, namun setelah itu ada guru yang kenal dengan saya bilang sama bapak
yang menghukum kami ,, kamu ndak tau
pak, yang sampean hukum itu siapa..?? itu anaknya guru BK itu, bapak itu salah
tingkah , tapi tetap aja dihukum, gara gara memukul meja, biasalah.. berlagak
seperti anak band , huhuh..
Ayah saya bisa ngaji ,, ibu saya juga , tapi tetap
kami ngaji dengan guru ,, sebab kalau sama orang tua secara emosional kita tidak
ada rasa takut. Kalau zaman saya dulu, guru ngaji masih kejam kejam, kalau lagi
ngaji kami menunduk smua , ndak ada yang berani melihat wajah guru , kalau
dimarah diam smua , bahkan ada beberapa teman yang nangis terisak isak ,
biasanya cewek , ya itulah , akhirnya dari kami semua seperguruan untuk mengaji
di khlayak ramai ketika ada acara perayaan hari besar islam seperti mauled nabi
atau isra miraj, ya udah biasa,,
Waktu itu sudah banyak juga yang dimanja oleh orang
tuanya , bahkan sampai ngiri sama mereka .. kami, saya dan adek saya kalau
belum beres kerjaan ndak boleh main, kalau nekat main ... habis .
Hasilnya bisa kita lihat kawan kawan saya smua mereka
kuat tangguh dan berani secara mental , ketika gagal mereka gak ngedown ,,
Terlalu memarahi anak juga gak bagus tapi memanja anak
juga gak baik .. orang tua itu sama seperti penggembala kambing, mereka menjaga
kambing , kambing bebas memakan rumput atau melakukan sesuatu yang dia suka,
tapi ketika si kambing sudah masuk kekebun orang lain sipenggembala wajib
mencegahnya..
Anak harus dilatih hidup susah sebab belum tentu
selamanya dia bisa senang..tak perlu memasang AC dikamar jika pun memasang
alakadarnya , karena jika kelak dewasa jika
tidak ada AC anak anak biasa aja, biasakan tidur dikasur yang keras dan tipis ,
agar nanti ketika dewasa dia kaya dia tidak menjadi orang kaya baru,..
bayangkan ni,, anak kita sudah terbiasa
dengan kamar full AC, makan Siap saji, tidur di kasur tebal, ataupun fasilitas
lain,, tiba tiba di hari libur mainlah kerumah kakeknya dikampung nun jauh disana .. jauh dikaramaian jauh dari
fasilitas mewah.. ngerti maksud saya kan....??
Komentar
Posting Komentar