Zaman sudah Berubah Cuy,,
Rabu tanggal 29 Agustus kemarin saya pulang kekampung halaman , saya mengajukan cuti tahunan ke atasan untuk menjenguk orng tua , sudah cukup lama saya tak pulang,.. sebak dada menahan rindu, bakti ke orang tua harus dijalankan, boleh mengejar karir , boleh kita berntegritas dalam kerja, tapi kalau urusan keluarga tetap kita utamakan, kita bisa lewat ujian demi ujian kehidupan disebabkan doa orang tua , karirmu yang menanjak , itu karena orang tua, jika orang tua sudah menyuruh pulang, maka pulanglah , tinggalkan pekerjaan,
Setelah mendapat izin cuti saya pesan travel , travel meuju Kota Padang sidempuan, dan rencananya setelah sampai di Padang sidempuan saya akan naik travel lagi menuju Kota Rantauprapat,
Ah kawann,, jauh perjalanan saya , tapi tak apalah , sebab itu adalah pilihan saya tinggal dikota ini , kurang lebih 24 jam saya akan menghabiskan waktu didalam kendaraan , siap menyaksikan orang muntah akibat mabuk kendaraan, mencium bauk kentut yang aromanya ,, ,ditambah lagi masakan dan hidangan yang disajikan dirumah makan tak mengundang selera,, tak terasa 8 tahun lamanya saya merantau , masih sedikitlah itu dalam bilangan waktu ..
Tak ada yang menarik ketika melakukan perjalanan dari Mukomuko ke Padang Sidempuan ,, yang saya alami hanya beberapa hal kecil saja seperti , ada seorang pelaut dari sibolga yang merantau ke mukomuko tepatnya di pasar bantal , dia tampaknya ramah , saya sapa dan benar, saya pancing bicara sedikit , malah dia yang banyak bercerita,, “ enak kali di mukomuko ini,, aku disini dapat uang 1 juta seminggu , belum seseran, selama 5 bulan disini udah terkumpul uangku 68 juta “ itu kata katanya , wahh ,, luar biasa, saya yang seorang PNS aja gak dapat segitu ,, abng itu pulang ke Sibolga karena ada hajat yang harus dia selesaikan dengan keluarganya ,, perihal apa hajatnya , tak usah tuan tanyakan itu padaku,,
Adzan subuh berkumandang , dan mobil pun telah sampai di kota Bukittinggi , shalat subuh saya , dan setelahnya saya makan makanan kecil , Cuma sate dan air hangat pun , cukuplah itu, sebab dikedai itu tak menjual nasi,, sembari pak supir bilang begini “ istirahatlah dulu kita ya pak buk, saya tidur agak sebentar , jam 7 kita berangkat ,, “ okelah, kasian saya melihat abang supir, usianya kepala 5 tampaknya ,, dialah supir dia pulak kernet,, tak tidur , hanya demi setoran dan makan demi yang sejengkal perut , dia tinggal anak istri demi pekerjaan supirnya SIBOLGA – BENGKULU dan sebaliknya ,
Ada dua mobil berangkat dngan tujuan yang sama ,, ya supir keduanya tertidur pulas , istrahat sejenak , sembari menunggu supir , saya makan sate , dan duduk dengan salah seorang penumpang mobil sebelah, bukan mobil yan saya tumpangi ,, yang dari logatya orang minang, tapi istrinya seperti orang mandailing, , nah , tebakan saya benar,, si suami orang Padang Panjang , dan si istri orang Padang Sidempuan,, ramah mereka berdua, pekerjaan abng itu adalah pengepul ikan kering di pelabuhan Pulau Baai kota Bengkulu, kemudian ikan tadi dia tolakkan ke beberapa daerah , seperti , Kota Padang, Padang Sidempuan dan Juga Sibolga,, dia ceritakan pengalaman dia , bagaimana dia bisa bertemu dengan istrinya, wah luar biasa pergaulannya sangatlah luas , wajahnyaa tenang,,sembari dia bicara , sesekalai dia menghisap rokoknya , Malrboro Merah, , diselingi dengan menyeruput kopi hitam , yang sudah tak panas lagi sepertinya, dibayarkannya makanan saya ke kasir , Masya ALLAh, rezki itu, di minta no hape saya , dan bilang “ kalau main ke kota bengkulu mainlah , kalau ikan teri dan ikan asin gampanglah itu , “
Tak terasapukul 07.30 supir pun , menyuruh kami bersiap,, berangkatlah mobil tak lama setelahnya , itulah enaknya kalau kita naik mobil jarak jauh, seluruh penumpang terasa jadi saudara , tak jarang hubungan itu terus berlanjut kedepannya,
Tak ada yang menarik setelahnya , hanya bincang bincang kami yang hanya mengusir rasa bosan ,
Sampailah mobil ke Kota Salak Padang Sidempuan , tepat pukul 15.00 berhenti mobil diloket , didepan Pasar Inpres Padang Matinggi , saya telpon travel, dan ternyata keberangkatan saya pukul 17.00 , saya menunggu ,, kurang lebih 2 jam lagi saya duduk duduk gak jelas disitu , bersama rombongan preman yang tatonya lebar, wajahnya sangar , dan mereka satu sama lain berbahasa batak mandailing, tak tau apa yang mereka bicarakan, saya pun tak faham,, mereka bermain catur , sembari teriak teriak dan memukul meja, musim durian tampaknya bauk menyengat ,, sesekali disapanya saya , mengangguk ramah saya,,
Mobil jemputan saya datang, TKB (Taksi Kita Bersama ) namanya, naiklah saya ,, tak disangka supirnya orang Bengkulu, dia merantau sudah lama , mencari kehidupan dan sesuap nasi, hidup ini terasa keras ,, belum lagi COVID19, telah membunuh banyak orang dari segi ekonomi , tampaknya rakyat sudah bosan dengan ini semua, pemerintah hanya bisa bilang , solusi ?? nol besar, usaha travel ditutup , usaha organ tunggal ditutup , banyak bangkrut itu karena pemerintah membuat panik , ada yang bilang begini , ekonomi bisa dperbaiki , tapi nayawa tidak,, !!!hey pak ,, mereka Cuma punya satu pekerjaan itu , kalian tutup usahanya, anak mereka dua , tiga , bahkan empat, ada istri mereka , bisakah kalian menjamin kehidpan mereka?? Menjamin pakan mereka??, menjamin biaya hidup mereka??, sudahlah , hentikan zolim ini ,, biarlah mereka bergerak, dengan memperhatikan protocol kesehatan, omong kosong semua ini, diperjalanan saya melihat pasar muara Sipongi , ramai mereka ,, ada yang tidak pakai masker, ya banyak, tapi saya tak mendengar ada pasien covid disana,
Sampai saya diloket travel itu , saya menyelesaikan pembayaran dengan kasir , , kakaknya cantik , berjilbab , wajahnya senyum melihat saya ,, wah , kalau dslow motion,, kayak film2 india gtu,, ahh sudah sudah, kakaknya menyuruh saya untuk menunggu sebentar ,, karena ada penumpang yang belum datang, diloket , baik kru ravel maupun penumpang , dialog mereka menggunakan bahasa mandailing asli saya gak ngerti apa yang mereka bicarakan, sada , dua , tolu, ompat, limo , onam , pitu, hahha, saya suka mendengarnya ,, ini kekayaaan indonesia kearifan lokal , harus dijaga ,
Sepanjang perjalanan tak ada yang menarik,, 6 jam jarak padang sidempuan ke Rantauprapat . Sesuatu yang greget terjadi ketika ada salah seorang naik dari Kota pinang , dia lebih tua dari saya, perawakannya tegap , dia menyapa saya ,, ngobrol, dan ternyata dia kontraktor PLN , dia Tanya pekerjaan saya , ya saya PNS, tak diduga dia Tanya , habis berapa kemarin?? 100 juta ?, saya senyum dan kesal, ya saya capek sdah lebih 20 jam saya dimobil tentulah saya letih, ditambah lagi pertanyaan gitu, saya jawab, tak sepeserpun saya bayar bang, udahah cuy, gak papa bilang aja, disini pun gitu,,gak bayar katanya tapi uang terimakasih ,, ah tak yakin saya sekarang masuk PNS murni ,, dia gak yakin, dia bilang, aku gampang aja masuk PNS asal bisa ngasih uang sekian, tau kau cuy, bapakku kenal sama pejabat sini ,, disini kalau tak pandai menjilat atasan dibuang buang kita,, saya Cuma senyum,, dia Tanya lagi ,, gak ada rencana pulang kesini,, tapi pun payah cuy, kalau ada uangmu puluhan juta bisa kau pindah kesini , saya tarik nafas sekali , saya jawab, “ bang,, aku gak tau yang abang omongkan ini apa, tapi selama aku jadi PNS aku gak ada keluar duit seperspun, bahkan sampai aku latsar prajab, semua yang nanggung biayanya pemda, aku disana bang , dekat sma atasan berteman baik dengan kawan kerja, tak ada istilah menjilat, malah banyak fasilitas yang saya dapatkan, dikasih PC yang gahar, ditambah lagi kalau ada acara keluar daerah , malah aku yang malu bang, aku merantau disana bang, tapi penghargaan daerah sana sama aku segitu luar biasa bang, nah gak tau kalau disini, kalau emang disini kayak gitu , ah ntahlah lagi , gak bisa berkata kata lagi aku bang, setauku, semua ada aturan, rekrutmen PNS asli bang murni , sistem CAT bisa diliat dilayar monitor, aku yakin bang itu berlaku nasional, di sini juga gitu Cuma abng aja yang gak tau,,,
Dia mangut mangut, tak lama sampailah saya di tujuan saya , saya bilang, aku turun dulu bang,, itu bapak ku udah nunggu disimpang, ku salami dia , dan aku bilang ke supir, bang Pingir bang….
Saya turun dan, mobil pun melaju, kulihat bapak masih setia menunggu 3 jam dia disana ,, ah bapak,, ak berubah gaya nya ,, masih seperti itulah ….
Komentar
Posting Komentar